Masjid Salman ini ruang shalatnya berukuran 25 x 25 meter. Kalau hanya mengandalkan loudpseaker di depan saja tentu distribusi energi suara tidak akan rata. Agar shaf paling belakang cukup energinya, loudspeaker bisa ditambah level kekerasan suaranya, tetapi berakibat shaf paling depan akan terlalu keras suaranya.

Oleh karena itu, Masjid Salman menambahkan speaker delay di baris kedua kurang lebih 12 meter dari dinding depan. Loudspeaker ini diatur kekerasan dan diatur delaynya agar blending dengan loudspeaker depan. Karena masjidnya tidak memiliki tiang, maka loudspeaker dipasang dengan cara digantung.

Arsitek, interior desain, seharusnya mau bekerjasama mencari jalan keluar terbaik agar masjid tidak cuma indah secara visual, tetapi juga fungsi utamanya sebagai ruang pendengaran terpenuhi dengan penempatan loudspeaker di titik yang seharusnya.

Salam, Kang Eep