- Posisi mikrofon berada di dada, tidak satu sumbu dengan sumber suara atau mulut. Akibatnya, penangkapan suara tidak maksimal karena mikrofon tidak langsung menghadap arah keluarnya suara.
- Suara yang diterima mikrofon cenderung lebih kecil. Karena posisinya cukup jauh dari mulut, gain biasanya harus dinaikkan agar suara terdengar cukup keras. Semakin tinggi gain, semakin besar pula potensi terjadinya feedback.
- Banyak mikrofon clip-on memiliki pola tangkapan omnidirectional. Artinya, mikrofon menangkap suara dari berbagai arah, bukan hanya suara imam. Suara dari lingkungan sekitar, pantulan ruangan, bahkan suara dari loudspeaker dapat ikut tertangkap sehingga risiko feedback semakin meningkat.
Karena itu, untuk imam lebih baik menggunakan mikrofon headworn atau headset yang posisinya dekat dengan mulut, lebih konsisten, dan lebih mudah dikendalikan.


