Sound system masjid memiliki karakteristik tersendiri, yaitu difokuskan untuk menyiarkan secara langsung vokal manusia. Oleh karena itu sound system yang paling cocok adalah dari kategori profesional sound system atau terkadang disebut profesional audio. Masjid tidak cocok menggunakan home audio seperti compo, atau car audio, dll.

Karakteristik yang fokus pada frekuensi vokal manusia membuat sound system masjid sebenarnya lebih sederhana dibandingkan dengan kebutuhan untuk show/pertunjukan musik, atau untuk di klub, meskipun sama-sama profesional audio.

Frekuensi dasar pria dewasa berada pada 85 – 180 Hz. Frekuensi dasar wanita dewasa berada pada 165 – 255 Hz. Namun seperti diketahui, suara manusia juga menghasilkan harmonik yang meluas ke frekuensi yang lebih tinggi, bisa mencapai hingga 8.000 Hz. Maka sebagian teknisi sering menyebutkan bahwa frekuensi suara manusia berada di 85 – 8.000 Hz, sebagian menyebut dari 125 – 10.000 Hz.

Berhubung vokal manusia pada umumnya berada di 125 – 8.000 Hz, maka sebenarnya sound system masjid dibatasi pada frekuensi tersebut. Contohnya di masjid TIDAK PERLU MEMASANG SUBWOOFER. Atau memasang loudspeaker berukuran besar, 5 inchi saja sudah cukup.

Namun meskipun frekuensi suara manusia hanya sampai 8.000 Hz sebaiknya kita tetap pilih speaker jenis mid-high yang dapat menangani frekuensi 100 – 20.000 Hz. Mengapa demikian? Meskipun speaker masjid dipakai untuk menyuarakan vokal saja tetapi speaker bisa merepro vokal berikut frekuensi harmoniknya.

Frekuensi harmonik tinggi inilah yang akan membuat suara secara bahasa awamnya terdengar lebih merdu, lebih jernih, nyes-nyes, krenyes, dll. Maka hati-hati saat membeli loudspeaker untuk masjid, perhatikan spesifikasinya. Sebaiknya menghindari loudspekar yang rentang frekuensinya berada di middle saja, misalnya 400 – 4.000 Hz seperti yang digunakan oleh speaker-speaker public adressing.

Lalu mengapa low frekuensi tidak diperlebar sampai ke frekuensi 20 Hz? Karena pada umumnya low frekuensi di ruangan masjid uang umumnya memiliki gaung yang cukup panjang akan menyebabkan bertambahnya ketidak jelasan suara.

Kesimpulannya, saya sering membatasd rentang frekuensi sound system masjid dengan memotong frekuensi bawah kurang lebih di 100 Hz, lalu memotong frekuensi atasnya di 15kHz.

Wallahu alam bishawab.
Salam, Kang Eep – Alumni Fisika ITB
Konsultan Akustik & Sound System Masjid
Berpengalaman 34 tahun di bidang audio & video