Ada apa ya hubungannya Penata Bunyi dengan Koki Masakan? Begini ceritanya. Saya sering diminta bantuan oleh pengurus masjid untuk menata/setting sound system masjidnya. “Kang Eep, tolong yang nanti suaranya disetting seenak mungkin.”

Nah, pertama yang saya lakukan adalah meminta foto seluruh alat, baik dari mixer, amply, mikrofon, speaker, kabel, dll. Kalau sekiranya alat-alat tersebut berkualitas kurang baik maka saya akan sampaikan bahwa saya tidak bisa setting dengan suara enak kalau alat-alatnya kurang memenuhi syarat. Misalnya pengaturan nada hanya bass dan treble sedangkan masjid sebagai ruangan biasanya gaungnya tinggi membutuhkan pengaturan gak cuma di dua frekuensi. Atau misalnya lagi loudspeakernya bukan peruntukan pengunaan profesional, katakanlah mengunakan loudspeaker car audio, maka itu pun akan sangat berpengaruh kepada rasa enaknya sound system masjid.

“Pak Haji, menata bunyi di masjid itu hampir sama dengan koki masakan. Bagaimana bisa bikin nasi goreng yang enak, kalau bumbunya cuma gula dan garam? Gak ada telornya, gak ada bawang merahnya, dll. Sound masjid juga sama, semua alat sangat mempengaruhi cita rasa suara yang akan dihasilkan. Sound masjid sangat dipengaruhi oleh kondisi akustik ruangan, pemilihan alat-alat, barulah koki sound akan membuat racikan dengan menempatkan speaker di titik yang tepat, serta settingan audionya. Jadi dengan foto-foto yang Pak Haji kirim, kayaknya saya cuma bisa menyajikan nasi goreng yang biasa-biasa saja yaa, soalnya bumbunya cuma gula dan garam niih.”

Salam, Kang Eep – Alumni Fisika ITB 91
Konsultan Akustik & Sound Masjid