Pemasangan acoustic treatment masjid itu tidak bisa sembarangan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Frekuensi berapa saja yang akan diserap, atau bahkan di frekuensi berapa yang akan dikuatkan. Pada kasus penanganan garung (RT60) di masjid biasanya difokuskan kepada penyerapan pantulan suara.
  2. Berapa besar NRC (Noise Reduction Coefficient) yang bisa diterapkan, makin besar NRC makin besar daya serapnya. Perlakuan treatment akan memberikan NRC yang berbeda-beda di tiap frekuensi.
  3. Treatment pun tidak asal pasang, tidak asal pilih warna, tidak asal tempel, dll, sehingga yang tadinya diharapkan masjid jadi estetis malah bikin rusak pemandangan.

Disinilah pentingnya peran kerjasama antara ahli akustik dengan desain interior agar didapatkan hasil yang optimal antara fungsi akustik dan estetik.

Salam, Kang Eep