Suatu ketika, saya sedang melakukan setting sound system di sebuah masjid pesantren. Pimpinan pondok pesantren tersebut ikut langsung dalam prosesnya.
Saat saya melakukan setting suara seorang imam, beliau selalu merasa tidak puas. Katanya, suara yang dihasilkan melalui sound system belum terdengar seperti suara asli sang imam.
Saya kemudian menjawab:
“Ustaz, kalau ingin suaranya 100 persen sama dengan suara asli, itu sulit sekali karena ruangan masjid turut memberikan warna terhadap suara. Ada pantulan suara dan berbagai pengaruh akustik ruangan lainnya.
Kalau ingin suara asli imam keluar 100 persen persis, Ustaz harus mengubah ruangan masjid ini menjadi ruangan dengan standar studio rekaman.
Itulah sebabnya Syahrini tidak direkam di dalam masjid, tetapi di studio rekaman profesional dengan kondisi akustik yang dapat menjaga keaslian suara. Kalau tidak, suara Syahrini bisa saja berubah menjadi suara Ummi Quary.”
Baru deh Ustaz manggut-manggut.
Salam,
Kang Eep
Konsultan Akustik & Sound Masjid


