Hasil pengukuran akustik di Masjid Nurul Asror, Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, menunjukkan sesuatu yang menarik: dengung di dalam masjid ternyata tidak sama panjang pada setiap frekuensi. Pada frekuensi rendah, energi suara bertahan jauh lebih lama dibandingkan pada frekuensi tinggi.
Pengukuran menunjukkan T20 sebesar 3,67 detik pada 125 Hz, 3,35 detik pada 250 Hz, dan 2,83 detik pada 500 Hz. Pada 1.000 Hz waktu dengung mulai menurun menjadi 2,02 detik, kemudian semakin terkendali pada 2.000 Hz sebesar 1,25 detik dan 4.000 Hz sebesar 0,98 detik. Polanya jelas: semakin rendah frekuensinya, semakin lama energi suara bertahan di dalam ruang.
Kondisi yang sama terlihat pada parameter C50 dan D50, dua parameter yang membantu menunjukkan tingkat kejelasan suara ujaran. Pada 125–500 Hz, nilai C50 masih negatif dan D50 masih jauh di bawah 50 persen. Memasuki frekuensi yang lebih tinggi, kedua parameter tersebut berangsur membaik. Artinya, persoalan akustik ruang terutama terkonsentrasi pada wilayah frekuensi rendah hingga rendah-menengah.
Apa yang dirasakan telinga? Suara akan cenderung terdengar tebal, panjang, dan sedikit menggumpal. Energi dari bagian suara sebelumnya belum sepenuhnya hilang ketika suara berikutnya datang. Dalam percakapan, khutbah, doa, atau bacaan imam, kondisi seperti ini dapat membuat artikulasi tidak setegas yang seharusnya.
Temuan ini sekaligus menentukan bagaimana treatment akustik seharusnya dilakukan. Karena masalah tidak terjadi secara merata pada seluruh spektrum, maka tidak tepat apabila seluruh frekuensi diserap secara berlebihan. Treatment justru perlu diarahkan terutama untuk mengendalikan frekuensi 125–500 Hz, sementara frekuensi yang kondisinya sudah baik harus tetap dipertahankan.
Karena itulah penanganan dirancang menggunakan sistem absorpsi yang lebih selektif, seperti perforated resonant absorber pada plafond, bukan sekadar menambahkan material penyerap broadband sebanyak-banyaknya. Tujuannya bukan membuat masjid menjadi “mati”, melainkan memendekkan dengung yang terlalu panjang pada frekuensi rendah tanpa merusak bagian spektrum yang sudah bekerja dengan baik.
Salam, Kang Eep
Konsultan Akustik & Sound Masjid
0813-3010-3010


