Dalam pengalaman saya menangani akustik masjid, sering kali saya bertemu arsitek dan kontraktor yang apriori ketika membahas akustik. Alasannya macam-macam, takut merusak estetika, sulit pemasangannya, dan sebagainya.
Bahkan, ada yang menganggap persoalan gaung bisa dibereskan belakangan melalui sound system. Ini pandangan sok tahu yang sangat keliru. Cacat akustik ruangan tidak bisa diperbaiki hanya dengan sound system. Akustik harus dipikirkan sejak awal perancangan bangunan.
Padahal, estetika dan akustik bisa saling mendukung.
Ornamen bernuansa Islam pada foto ini adalah contohnya. Selain memperindah ruangan, ornamen tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengendalian pantulan suara. Di belakangnya kami pasang material sound absorber.
Masjid bisa indah dipandang sekaligus nyaman didengar.


