Masjid Al Jabbar memiliki ruang utama yang sangat luas, berukuran sekitar 99 × 99 meter. Struktur kubahnya yang khas menghadirkan tantangan tersendiri dalam perancangan tata suara, terutama karena pemasangan loudspeaker dengan cara digantung tidak memungkinkan.

Solusinya adalah menghadirkan pilar-pilar dekoratif multifungsi yang dirancang menyatu dengan arsitektur masjid. Selain memperindah interior, pilar-pilar tersebut berfungsi sebagai jalur distribusi udara sejuk dari sistem pendingin ruangan, sekaligus tempat pemasangan loudspeaker untuk mendistribusikan suara ke seluruh area jamaah.

Pendekatan ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara arsitektur, estetika, tata udara, dan akustik. Kebutuhan teknis tidak harus menjadi gangguan visual, sebagaimana keindahan arsitektur tidak seharusnya mengorbankan kualitas suara.

Inilah nilai penting dari perancangan yang terintegrasi. Arsitek, perancang akustik, dan perancang sistem tata suara perlu duduk bersama sejak tahap perencanaan, agar setiap kebutuhan dapat diakomodasi tanpa saling mengorbankan.

Masjid bukan hanya untuk dipandang keindahannya, tetapi juga untuk dirasakan kenyamanan dan didengarkan keindahan suaranya.

Ketika estetika dan akustik berkolaborasi, kita dapat menghadirkan tempat ibadah yang indah dipandang, nyaman ditempati, dan mewah kualitas suaranya.

Salam, Kang Eep