1. Kekerasan (loudness).
Telinga manusia memiliki keterbatasan dalam menerima kekerasan suara, ada nilai tertinggi yang diperbolehkan. Kalau melebihi maka tidak cuma mengganggu tetapi juga dapat merusak telinga itu sendiri. Akibat terberatnya adalah terjadinya ketulian.
Pengaturan kekerasan suara speaker, baik itu untuk di dalam ruangan masjid, maupun untuk menara jangan diartikan pembatasan syiar dan dakwah. Tetapi dimaksudkan agar sound system tidak menjadi hal yang merugikan umat itu sendiri.
2. Frekuensi.
Suara terdengar karena ada getaran, dari getaran timbul apa yang biasa disebut frekuensi, yang dapat didengar oleh manusia sehat dari 20 Hz sampai dengan 20 kHz. Suara yang memiliki frekuensi tertentu disebut nada (pitch). Jika nadanya sumbang, tidak tepat dalam suatu pitch, jadi kurang enak di dengar manusia.
Oleh karena itu tidak semua azan dan bacaan Quran enak didengar telinga, jika pitch-nya kurang pas. Bukan azan dan bacaan Qurannya yang salah, tetapi yang mengumandangkan azan dan bacaan Quran tidak menguasai bagaimana mengeluarkan nada yang enak.
Selain pelantun bacaan azan dan quran yang bagus, penentu berikutnya adalah pemilihan, penempatan, dan pengaturan peralatan sound system. Perlunya hal ini ditangani oleh tenaga ahli khusus yang memang menguasai bidang ini. Alat, penempatan, pengaturan, dan tenag ahli tidak boleh asal-asalan.
3. Waktu
Suara yang terdengar oleh kita memiliki waktu kapan sampai di telinga dihitung dari saat berbunyi. Kecepatan suara yang rata-rata hanya 340 meter/detik dapat menyebabkan keterlambatan waktu sampai di telinga kita apabila ada jarak dan telah melalui pantulan-pantulan. Semakin banyak pantulan dan keterlambatan, semakin membuat suara asli tidak lagi terdengar jelas. Oleh karena itu ruangan masjid harus didesain sedemikian rupa tidak terlalu banyak pantulan-pantulan.
Joko Sarwono, Ph.D. guru besar Fisika Bangunan ITB mengutarakan, “Lebih baik berinvestasi diawal lebih tinggi, supaya tidak sakit kepala setiap hari sepanjang belasan tahun dikomplain jamaah karena tata suara masjid yang amburadul.”
Penataan dan pengaturan tata suara masjid *bukan untuk membatasi dakwah dan syiar Islam*, tetapi agar Islam betul-betul tampil sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin. Rahmat buat alam semesta.
Salam, Kang Eep
Konsultan Akustik & Sound Masjid
0813-3010-3010
18 Juli 2026


