Penempatan loudspeaker di dalam suatu ruangan, termasuk di masjid, tidak dapat dilakukan secara sembarangan dengan anggapan yang penting berbunyi. Jika arsitek merancang penempatan pintu, lampu, sirkulasi udara, dan berbagai unsur bangunan lainnya, maka penempatan loudspeaker juga memerlukan perancangan dan perhitungan.

Sebagaimana pintu di dalam sebuah rumah tidak dapat ditempatkan sembarangan, demikian pula loudspeaker. Setiap titik pemasangan harus ditentukan berdasarkan bentuk ruangan, luas area, tinggi plafon, pola penyebaran suara, serta posisi jemaah.

Penempatan loudspeaker pada titik yang tepat memiliki beberapa tujuan:

  1. Memastikan sound system dapat mencakup seluruh area ruangan atau memiliki coverage yang baik.
  2. Menghasilkan distribusi energi suara yang merata di seluruh ruangan, sehingga setiap area menerima tingkat suara yang relatif sama, misalnya sekitar 70 dB.
  3. Menjaga kejelasan informasi agar suara imam, khatib, muazin, dan penceramah dapat didengar dengan baik oleh seluruh jemaah.

Karena itu, seluruh pemangku kepentingan, baik pemilik atau pengurus masjid, arsitek, kontraktor, maupun jemaah, perlu saling memahami dan bekerja sama. Dengan demikian, seluruh kebutuhan masjid dapat terpenuhi secara seimbang, baik dari sisi fungsi, estetika, maupun akustik dan tata suara.

Salam,
Kang Eep
Konsultan Akustik & Sound Masjid