Hukum fisika mengenai rambatan gelombang suara tidak dapat diabaikan. Arah rambatan suara yang paling baik adalah yang berada satu sumbu dengan arah keluarnya suara dari mulut. Karena itu, para sound engineer profesional menerapkan teknik miking yang mengikuti prinsip tersebut untuk memperoleh hasil terbaik.

Memang, mikrofon yang tidak ditempatkan tepat pada satu sumbu dengan mulut masih dapat menangkap suara. Namun, hasilnya belum tentu optimal. Posisi mikrofon yang terlalu menyamping, terlalu jauh, terlalu rendah, atau tidak menghadap sumber suara dapat mengurangi kejernihan, level suara, dan kualitas tangkapan mikrofon.

Persoalan ini juga bukan soal merek. Bukan berarti mikrofon bermerek bagus dan berharga mahal dapat ditempatkan di mana saja, lalu tetap menghasilkan suara yang sama baiknya. Faktanya, mikrofon profesional dari merek ternama sekalipun tetap harus digunakan dengan teknik miking yang benar dan mengikuti hukum fisika.

Belum lagi setiap mikrofon memiliki pola tangkapan atau polar pattern yang berbeda-beda. Ada yang bersifat unidirectional, cardioid, supercardioid, omnidirectional, dan pola lainnya. Masing-masing memiliki arah dan karakter tangkapan suara yang berbeda.

Karena itu, kualitas suara tidak hanya ditentukan oleh harga dan merek mikrofon, tetapi juga oleh jenis mikrofon, pola tangkapan, jarak, sudut, arah, serta konsistensi posisi mikrofon terhadap mulut.

Mikrofon yang bagus tetap membutuhkan teknik miking yang benar. Sebaliknya, mikrofon yang biasa saja dapat bekerja lebih optimal apabila ditempatkan dan digunakan dengan tepat.

Salam,
Kang Eep
Konsultan Akustik & Sound Masjid