Gaung terjadi karena pantulan suara yang berulang-ulang di dalam suatu ruangan dalam waktu tertentu. Gaung yang terlalu panjang akan mengganggu kejelasan sound system masjid.

Sementara itu, feedback terjadi ketika suara yang keluar dari loudspeaker kembali ditangkap oleh mikrofon, kemudian diperkuat lagi melalui sistem audio. Siklus ini terus berulang hingga menghasilkan bunyi mendenging atau melengking.

Jadi, gaung terjadi karena kondisi fisik dan akustik ruangan, sedangkan feedback terjadi akibat hubungan antara mikrofon, loudspeaker, dan penguatan sistem audio. Keduanya merupakan dua persoalan yang berbeda.

Karena itu, merupakan suatu kemustahilan menghilangkan gaung dengan menggunakan alat anti-feedback, feedback destroyer, atau feedback suppressor. Alat tersebut dirancang untuk membantu mengendalikan feedback, bukan untuk memperbaiki waktu dengung ruangan.

Ibarat sakit kepala diobati dengan menanam jagung. Kagak nyambung.