Konon posisi menentukan prestasi nah gambar (dari google) ini bisa menjelaskan mengapa loudspeaker contohnya stand mount loudspeaker (atau disebut juga sebagai bookshelf) suaranya bisa berbeda-beda respon frekuensinya terutama dari sisi bassnya atau low frequency nya.
Yuk kita lihat apa yang terjadi ketika speakernya ditaruh di posisi berbeda.
Gambar 1 Low Response relatif flat
Karena jauh dari dinding belakang, samping dan lantai bassnya relatif tidak besar namun bersih dan cenderung masih seimbang dengan mid dan high frequency.
Gambar 2 Low Response +6db
Karena dekat dinding belakang maka bassnya jadi lebih besar dan respon frekuensinya berubah banyak. Level mid dan high frekuensinya jadi tertinggal
Gambar 3 Low Response +12db
Karena ditaruh di sudut maka bassnya diperkuat dinding belakang dan dinding samping, suara bassnya jadi sangat dominan, besar dan cenderung boomy atau dengung. Level mid dan high frekuensinya jauh tertinggal
Gambar 4 Low Response +18db
Sudah ditaruh di sudut di lantai pula jadi ada 3 penguatan di sudut tersebut (trihedral) Walhasil bassnya jadi sangat kebesaran karena penguatannya berlebihan. Sangat boomy dan tidak enak di dengar karena level mid dan high frekuensinya sangat jauh tertinggal. Meskipun mungkin sepintas gleeergh abis namun bassnya akan sangat kotor dan mantul-mantul
Yang harus diingat juga adalah decibel rules yaitu setiap perbedaan 10 db secara psychoacoustic akan dipersepsikan oleh kita setara dengan dua kali lebih kencang. Jadi 18 db itu sesuatu banget ya rekan-rekan sekalian.
Selamat bereksperimen dan buktikan sendiri pengaruh posisi ini. Salam audio
Sumber: Asawendo Swissrianto
26 Juli 2026


