Awal pekan kemarin Bangun Swara Akustika Instalasi sound sistem di sebuah masjid. Intalasi dan setting berlangsung selama dua hari, karena seluruh sound sistem di ganti total. Pengurus masjid merasa sudah waktunya diganti karena sudah berusia di atas 15 tahun dan mulai tidak nyaman dengan hasil tata suaranya. Instalasi berjalan lancar, alhamdulillah. Beberapa jamaah berpendapat sekarang makhroj huruf jauh lebih jelas dibandingkan sebelumnya. Secara keseluruhan penataan dianggap memuaskan.

Beberapa hari kemudian kami dihubungi pengurus masjid mengabarkan ada beberapa hal yang kurang nyaman.

1. Beberapa kali terdengar letupan-letupan (suara mbledug dari bibir). Setelah kami kirim tim ke masjid, ternyata terjadi karena mikrofon yang terlalu dekat menyebabkan tiupan ucapan di bibir terdengar meletup-letup. Meskipun kita sudah gunakan low cut dan kompresor, rupanya kurang cukup mengendalikannya.

2. Ada terjadi suara seperti distorsi dan bahkan melengking cenderung feedback. Tim instalasi mendapati ini terjadi saat azan muazin memegang mikrofonnya salah. Muazin memegang mikrofon dengan cara yang ketiga. Maka dapat dilihat efek cara memegang seperti mengakibatkan terjadinya perubahan respon frekuensi (gambar sebelah kanan). Suara yang terdengar menjadi “distorsi”, “rebek”, atau pecah di telinga.

Kami pernah mengadakan pelatihan cara menggunakan mikrofon yang benar, karena sejatinya masih banyak para muazin, penceramah, dan imam yang masih belum paham bagaimana menggunakan sound system yang baik dan benar.

Salam, Kang Eep
Tukang Sound Masjid