Hari Selasa 7 Mei 2023 pukul 20:00 s/d 22:00 Youtube Channel “Ngobrolin Sound Masjid” mengadakan zoominar sharing tentang sealed dan ported loudspeaker beserta implementasinya di lingkungan masjid. Hadir memberikan ilmunya Asawendo Swissrianto, pakar dan praktisi di bidang audio, Founder Rumah Audio Indonesia. Beliau sering menjadi juri dalam lomba-lomba car audio, dll.

Secara garis besar jenis enclosure (box) speaker ada 7 jenis yaitu sealed, ported (bass reflex), open baffle/infinite baffle, bandpass, continuous box system, horn, transmission line. Semua memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, dan dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan keinginan masing-masing. Penjelasan singkat tentang ketujuh jenis box ini ada dalam tulisan terpisah yang disampaikan oleh Asawendo.

Sebenarnya box loudspeaker dititikberatkan pada kemampuan untuk membantu loudspeaker dalam merepro low frekuensi, dari 20 Hz s/d 300 Hz. Sedangkan di atas itu, middle dan high tidak terlalu membutuhkan box, dan dapat dikatakan box untuk mid dan high tidak banyak pengaruhnya terhadap reproduksi suara. Beberapa produsen loudspeaker bahkan ada yang membuat loudspeaker open baffle untuk mid dan high. Namun demikian dalam penggunaan profesional audio, box dapat membantu dalam meningkatkan kekerasan suara dan penanganan hal lainnya seperti fasa, dll. di frekuensi tengah dan tinggi.

Seperti kita ketahui kondisi masjid sebagai tempat ibadah muslimin adalah tempat yang dapat dikatakan hanya digunakan untuk mereproduksi vokal manusia. Ketika manusia berbicara, biasanya memiliki rentang frekuensi 250 Hz – 4.000 Hz. Maka secara prinsip frekuensi inilah yang harus dapat ditangani dengan baik. Dengan demikian sebetulnya tidak dibutuhkan pengeras suara yang mampu mereproduksi frekuensi rendah yang menjadi konsentrasi penggunaan box untuk loudspeaker. Namun, kehadiran frekuensi di bawah 250 Hz dapat menambah kesan harmonik suara berwibawa dan empuk, sedangkan kehadiran frekuensi di atas dapat menambah kesan suara lebih jernih dan krenyes-krenyes.

Bass reflex dan sealed adalah dua jenis box yang paling populer.

Sealed enclosure adalah enclosure loudspeaker yang sepenuhnya tertutup rapat. Disebut juga sebagai air suspension enclosure karena mempergunakan udara di belakang loudspeaker sebagai damper atau peredam gerakan dari konus loudspeaker menjadi lebih terkendali.

Sealed enclosure adalah salah satu boks speaker yang relatif lebih “ramah” (gampang) untuk dibuat. Suara bass yang dihasilkan umumnya lebih, tight dan definitif serta ramah terhadap variasi amplifier. Sealed speaker juga memiliki kelebihan dalam hal keawetan loudspeaker dan amplifier, jarang terjadi kerusakan. Kelemahan sealed enclosure adalah ketidakmampuannya mereproduksi low frekuensi lebih bawah lagi. Sealed box memiliki efisiensi yang rendah suaranya tidak dapat lebih kencang dari ported enclosure. Dibutuhkan power amplifier yang lebih besar agar dapat bersuara lebih kencang dan itu pun tidak dapat dipaksakan sampai level tertentu. Untuk menaikan SPL 3dB saja dibutuhkan daya amplifier 2x lebih besar.

Bass Reflex Enclosure adalah enclosure dengan port atau pipa yang memperkuat suara bass yang dihasilkan oleh resonansi kotak. Bass reflex dapat mereproduksi frekuensi lebih rendah dibandingkan sealed. Umumnya memiliki bass yang relatif lebih besar, lebih dalam dan lebih kencang daripada boks sealed.

Bass reflex hitungan dalam pembuatannya lebih rumit. Dibutuhkan keterampilan dan teknik dalam menentukan panjang pipa dan lebar diameter untuk menghasilkan suara bass yang diinginkan. Kelemahannya kalau tidak pas hitungan dan eksekusinya bisa bersuara boomy. Bass reflex juga punya sifat pilih-pilih dengan amplifier, belum tentu cocok dengan suatu amplifier.

Sealed vs ported, mana yang lebih baik untuk kebutuhan masjid?

Semua kembali kepada kebutuhan. Sealed secara umum sedikit lebih clarity dibandingkan ported, namun penggunaan di masjid yang hanya untuk vokal tidak memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan bass reflex/ported. Jadi sealed box tidak dapat serta merta dipuji-puji sebagai box terbaik untuk kebutuhan masjid. Lebih dari itu, efisiensi/sensitifitas yang rendah harus jadi pertimbangkan karena membutuhkan power amplifier yang lebih besar dayanya (lebih boros) untuk dapat mengejar kekerasan yang dibutuhkan.

Bass reflex pun tidak bisa dijadikan sebagai speaker unggulan untuk penggunaan di masijd, karena balik lagi kepada kebutuhan frekuensi yang direpro di masjid. Hanya saja, dengan amplifier yang kecil dayanya dapat dihasilkan suara yang lebih kencang. Bass reflex membutuhkan penempatan speaker di titik/lokasi yang lebih tepat. Sangat tidak dianjurkan menempatkan speaker di pojok/sudut ruangan masjid. Selain itu hindari arah lubang/pipa loudspeaker yang menghadap ke belakang (ke dinding).